Pemberdayaan Masyarakat KM10 Balikpapan Utara Melalui Budidaya Buah Pepaya dan Pengolahannya Menjadi Abon Pepaya (Abaya)

  • Nia Sasria Institut Teknologi Kalimantan

Abstract

Kualitas hasil perkebunan buah pepaya Thailand dan California di daerah KM10 Balikpapan Utara seringkali kurang bagus karena cuaca yang berubah-ubah. Pohon pepaya tidak subur jika kekurangan air pada saat musim kemarau, sedangkan buah pepaya akan lebih cepat busuk saat musim penghujan. Hal ini menjadi salah satu permasalahan dalam budidaya pepaya. Kadangkala hasil perkebunan buah pepaya di daerah tersebut cukup banyak jika cuaca mendukung. Namun, buah pepaya biasanya langsung dikonsumsi dalam bentuk buah segar ataupun sayuran, tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu oleh masyarakat setempat. Selain itu, jenis pepaya Thailand kurang diminati oleh masyarakat karena daging buahnya yang keras dan warna yang kurang cerah. Sehingga, harga jual tergolong rendah dan menyebabkan banyaknya buah pepaya yang tidak laku menjadi sia-sia dan membusuk. Hal tersebut juga menjadi suatu permasalahan. Untuk mengurangi permasalahan tersebut, maka dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemberdayaan masyarakat KM10 Balikpapan Utara melalui budidaya buah pepaya dan pengolahan buah pepaya menjadi abon pepaya atau “Abaya” yang dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengkonsumsi buah pepaya dan dapat meningkatkan taraf perekonomian bagi masyarakat setempat. Pengemasan Abaya menggunakan standing pouch dan diberi label produk agar terlihat menarik. Setelah itu, dilakukan penjualan produk Abaya secara online maupun offline. Kegiatan ini dapat meningkatkan taraf perekonomian bagi masyarakat di sekitar KM10 Balikpapan Utara dengan terbentuknya kelompok usaha pengolahan pepaya menjadi “Abon Pepaya” yang terampil.

References

[1] Kepala Balai Penelitian Tanah, Rekomendasi pupuk N, P, dan K untuk tanaman hortikultura (per Kabupaten), Bogor: Balai Penelitian Tanah, 2021.
[2] T. Budiyanti, D. Fatria, dan Noflindawati, “Analisis dialel karakter ukuran buah pepaya menggunakan metode I dan II griffing”, Informatika Pertanian, vol. 26, pp. 111 – 120, Des. 2017.
[3] Sobir, Sukses bertanam pepaya ungul kualitas supermarket, Jakarta: Agromedia Pustaka, 2009.
[4] A. Prayoga. Jurus sukses budidaya pepaya California, Klaten: Abata Press, 2011.
[5] W. Winny. Profil pepaya (profil sentra produksi), Jakarta: Dit. Budidaya dan Pascapannen Buah, 2010.
[6] M. F. U. Ariza, Petunjuk Teknis Budidaya Pepaya, Papua Barat: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat, 2019.
[7] A. S. Fitriyani, M. Harisudin dan R. R. A. Qonita, “Strategi pemasaran pepaya thailand (Carica papaya L.) di kabupaten Kebumen dengan metode competitive profile matrix (CPM),” AGRISTA, vol. 8, pp. 101-109, Sept. 2020.
[8] S. Astriana, dan I. F. Nurcahyo, “Pemanfaatan potensi pepaya sebagai upaya peningkatan pendapatan masyarakat desa tambak kecamatan mojosongo kabupaten Boyolali,” JKB, vol. 20. pp. 14-20, Jun. 2017.
[9] T. Mulyati, dan T. Kurnia, “Inovasi pengolahan keripik daun pepaya guna meningkatkan pendapatan masyarakat,” ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 1, pp. 88-95, Agus. 2021.
[10] R. Hariance, N. Annisa, dan C. Budiman, “Kelayakan finansial agroindustri olahan pepaya (Carica papaya L.) di Nagari Batu Kalang kecamatan Padang Sago kabupaten Padang Pariaman,” Jurnal AGRIFO, vol. 3, pp. 1-9, Apr. 2018.
[11] A. D. Laksono, D. M. Kurniawati, M. P. D. Lubis, A. W. Y. P. Parmita, dan N. Sasria, ”Pengembangan dan pendampingan bisnis kue berbasis potensi lokal untuk masyarakat kelurahan Karang Joang di masa pandemi covid-19,” Jurnal Bakti Saintek, vol. 4, pp. 49-55, Des. 2020.
[12] S. Aimah, E. Budiywono, Al-Rosid, dan M. Harun, “Upaya meningkatkan perekonomian masyarakat desa Tegalharjo melalui inovasi pemanfaatan papaya menjadi abon,” LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 2, pp. 215-226, Nov. 2019.
[13] E. D. Wahjunie, O. Haridjaja, H. Soedodo, dan Sudarsono, “Pergerakan air pada tanah dengan karakteristik pori berbeda dan pengaruhnya pada ketersediaan air bagi tanaman.” Jurnal Tanah dan Iklim, no. 28, pp. 15-26, Des. 2008.
[14] B. A. Bakar dan Ratnawati, Petunjuk Teknis Budidaya Pepaya. Aceh: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, 2017.
[15] B. D. Saribu, Y. Lubis, dan M. M. Lubis, “Analisis usaha tani pepaya (studi kasus: kecamatan Secanggang, kabupaten Langkat, Sumatera Utara),” Jurnal Agriuma, vol. 1, pp. 55-67, Okt. 2019.
[16] N. L. M. Astiti, “Pembuatan (bonya) “abon berbahan dasar pepaya,” Jurnal Mahasiswa Pariwisata dan Bisnis, vol 01, pp. 988-1007, Apr. 2022.
[17] F. Firdausiyah, T. Yulianto, dan I. Yudistira, “Strategi pemasaran produk olahan pepaya menjadi abon guna meningkatkan ekonomi masyarakat dalam usaha rumahan,” Abdimas Unwahas, vol. 6, pp. 118-125, Okt. 2021.
[18] N. M. Seniari, A. Falera, R. Satriawan, H. Atiah, R. E. Putri, R. A. Safitri, Hasanuddin, R. Harisman, L. C. Arisanthi, K. Aftiningsih, dan A. G. Rabbani, “Inovasi pemanfaatan pepaya menjadi abon sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa Dakung Praya Tengah,” Jurnal Abdi Insani, vol. 9, pp. 288-297, Mar. 2022.
[19] A. Widiana, T. Cahyanto, A. Supriyatna, A. Kusumorini, A. R. Hafsari, Y. Suryani, U. Julita, I. Kinasih, M. A. Salim, R. A, Ulfa, A. Adawiyah, I. D. Kurniawan, R. T. MA, Y. Kulsum, dan A. V. Darniwa, “Pelatihan inovasi produk pangan abon pepaya muda di dusun Pamagersari desa Tanjungsari Sumedang,” JPM Pambudi, vol. 03, pp. 1-7, Jul. 2019.
Published
2023-03-31
How to Cite
SASRIA, Nia. Pemberdayaan Masyarakat KM10 Balikpapan Utara Melalui Budidaya Buah Pepaya dan Pengolahannya Menjadi Abon Pepaya (Abaya). Seminar Nasional Konservasi, [S.l.], p. 1-6, mar. 2023. ISSN 3024-9023. Available at: <https://semnaskonservasi.lppm.unila.ac.id/index.php/files/article/view/1>. Date accessed: 30 nov. 2025.