Integrasi Aspek Ekonomi dan Sosial Budaya dalam Pengelolaan Repong Damar di Pesisir Barat Lampung
Abstract
Repong damar di Krui, Pesisir Barat, Lampung, merupakan sistem agroforestri tradisional yang menggabungkan pohon damar dengan berbagai tanaman produktif lainnya, seperti durian, petai, dan duku. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran repong damar dalam aspek ekonomi dan sosial budaya masyarakat Krui. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2023 dengan menggunaka metode yang wawancara terhadap 36 petani menggunakan kuesioner yang dianalisis dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 86% responden menanam damar untuk penghasilan utama, dan 100% mengetahui cara memanen serta memasarkan getah damar. Mayoritas masyarakat memperoleh pendapatan rutin dari hasil getah yang dipanen setiap 2–3 minggu. Pada tahun 2024, pendapatan petani meningkat signifikan, seperti di Pekon Pahmungan dari Rp811.600 menjadi Rp1.600.000 per bulan. Selain bernilai ekonomi, repong damar juga dijaga sebagai warisan budaya, dengan 100% responden menyatakan bahwa pewarisan mengikuti adat. Sistem ini terbukti menopang ekonomi dan budaya lokal secara berkelanjutan, namun masih memerlukan penguatan kapasitas petani dalam pengolahan hasil dan akses pasar
