Inventarisasi Satwa Mangsa Kucing Emas (Catopuma temminckii) di Hutan Lindung Batutegi Berdasarkan Data Kamera Jebak
Abstract
Satwa mangsa merupakan salah satu komponen prioritas di suatu wilayah untuk menjadi habitat sebagai faktor penunjang kehidupan satwa predator. Kucing emas (Catopuma temminckii) merupakan salah satu satwa predator puncak dalam piramida makanan dan termasuk spesies payung yang hampir terancam punah sehingga perlu dilakukan pelestarian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kelimpahan potensi satwa mangsa Kucing Emas di kawasan Hutan Lindung Batutegi. Penelitian ini berdasarkan data yang diambil pada Mei 2017 – Februari 2018 dengan menggunakan teknik camera trap di 33 grid, berupa 12 spesies potensi satwa mangsa Kucing Emas, yaitu kuau raja (Argusianus argus), delimukan zamrud (Chalcophaps indica), ayam hutan (Gallus gallus), puyuh sengayan (Rollulus rouloul), sambar (Cervus unicolor), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), beruk (Macaca nemestrina), kijang (Muntiacus muntjak), simpai (Presbytis mitrata), babi hutan (Sus scrofa), napu (Tragulus napu), dan keluarga tupai. Indeks kelimpahan relatif tertinggi mereka terdapat pada beruk (424,81) dan terendah pada ayam hutan (0,37).
Kata kunci — satwa mangsa, Kucing Emas, Indeks Kelimpahan Relatif, camera trap, hutan lindung
