Ex-situ conservation Daily Activity Gibbon (Symphalangus syndactylus) at Lembah Hijau Wildlife Park
Daily Activity Gibbon (Symphalangus syndactylus) at Lembah Hijau Wildlife Park
Abstract
Intisari — Aktivitas harian adalah salah satu ciri penting yang ada pada ekologi satwa dan dapat dijadikan sebagai indikator kualitas pengelolaan satwaliar secara eksitu. Sebagai salah satu primata yang terancam punah karena degradasi habitat dan perdagangan ilegal, kegiatan konservasi Siamang (Symphalangus syndactylus) secara eksitu seperti yang dilakukan Taman Satwa Lembah Hijau perlu dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas harian siamang di Taman Satwa Lembah Hijau sebagai bagian dari langkah awal peningkatan kualitas pengelolaan satwa peragaan. Selama 1 bulan sejak Februari-Maret 2022, siamang Boy (jantan) dan Momi (betina) diamati menggunakan metode focal animal sampling. Kedua sampel pasangan ini diamati mulai dari pagi hari pukul 07.00-17.00 WIB dan dilanjutkan malam hari pukul 18.00-24.00 WIB dengan interval waktu masing-masing 5 menit. Dari total waktu pengamatan 112 jam diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa siamang tetap aktif sebagai satwa diurnal (aktif pada siang hari) meskipun berada di luar habitat alaminya. Tidak ditemukan adanya perbedaan antara aktivitas siamang jantan (Boy) dan betina (Momi). Aktivitas yang paling dominan dari kedua siamang adalah istirahat (61-63%), sementara itu aktivitas terendahnya adalah minum serta membuang kotoran (1%). Berdasarkan hal ini maka siamang kurang leluasa dalam melakukan aktivitasnya yang ditandai dengan tingginya aktivitas istirahat, sehingga perlu adanya peningkatan pengayaan kandang dan pengelolaan pakan untuk menunjang aktivitas siamang seperti di habitat alaminya yang lebih banyak melakukan aktivitas makan serta bergerak.
Kata kunci — Konservasi eksitu, perilaku, satwa peraga, siamang.
