Repong Damar Dinamika Vegetasi Repong Damar Di Krui Pesisir Barat
Dinamika Vegetasi Repong Damar Di Krui Pesisir Barat
Abstract
Repong Damar Krui merupakan kawasan pertanaman yang dikelola oleh masyarakat pesisir barat Krui dengan menggunakan pola tanam kombinasi antara tanaman kehutanan, pertanian dan peternakan atau biasa disebut agroforestry dengan tanaman utama pohon Damar Mata Kucing (Shorea javanica). Penelitian dilakukan di Pekon Gunung Kemala dan Pekon Pahmungan, Krui. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25 plot di Pekon Pahmungan dan 25 PU Pekon Gunung Kemala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika vegetasi di Pekon Pahmungan dan Pekon Gunung Kemala. Hasil penelitian pada Pekon Pahmungan didapatkan 17 jenis fase tiang dengan total 152 tiang dengan INP tertinggi pada spesies Damar 136.85 %, fase pancang didapatkan 12 jenis pancang dengan INP tertinggi pada spesies Duku 118.03 %, fase semai didapatkan 17 jenis semai dengan INP tertinggi pada spesies Bayur 58.646 %, sedangkan pada Pekon Gunung Kemala didapatkan 23 jenis fase tiang dengan INP tertinggi pada spesies Damar 74%, fase pancang didapatkan 24 jenis pancang dengan INP tertinggi pada spesies Damar 81.26 %, fase semai didapatkan 24 jenis semai dengan INP tertinggi pada spesies Damar 37.09 %. Masyarakat di Pekon Pahmungan dan Pekon Gunung Kemala masih mengandalkan perekonomian masyarakat dengan mencari Damar Mata Kucing (Shorea javanica). Peran pemerintah dan masyrakat yang saling bekesinambungan dalam melestarikan Repong Damar di Pesisir Barat sangat berpengaruh terhadap eksistensi dan kelestarian dari vegetasi Repong Damar yang ada di daerah tersebut. Terjaganya vegetasi Damar Mata Kucing di Pesisir Barat maka manfaat dari resin Damar dapat terus dirasakan dan membantu perekonomian masyarakat di Krui Pesisir Barat.
