Dominansi Dominansi Spesies Tumbuhan Asing Spathodea campanulata di Resort Pemerihan, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

Dominansi Spesies Tumbuhan Asing Spathodea campanulata di Resort Pemerihan, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

  • m ariq fadhal syadza Universitas Lampung

Abstract

Invasive Alien Species (IAS) merupakan satu diantara permasalahan yang ada di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Tulip Afrika (Spathodea campanulata) merupakan spesies asing yang berasal dari Afrika Timur. Spesies ini merupakan tumbuhan yang mampu tumbuh dengan cepat dan sifat dari buah Spathodea ini sendiri bersifat alelopati sehingga mempengaruhi tumbuhan dan hewan yang mengonsumsi buah Spathodea. Tujuan dari dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui dominansi tumbuhan Tulip Afrika (Spathodea campanulata) yang berada di Resort Pemerihan, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan mengetahui nilai INP dari suatu jenis tumbuhan yang paling tinggi pada setiap fase pertumbuhan vegetasi di Resort Pemerihan. Penelitian ini menggunakan metode plot garis berpetak. Metode ini merupakan kombinasi dari metode petak ganda dan metode jalur dengan jumlah plot yaitu 6 plot sampling. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini pada fase pertumbuhan semai tingkat dominansi yang tertinggi adalah Selaginella wildenowii dengan INP 46,5588, pada fase pertumbuhan pancang tingkat dominansi yang tertinggi adalah Spathodea campanulata dengan INP 48,1497, pada fase pertumbuhan tiang tingkat dominansi yang tertinggi adalah Spathodea campanulata dengan INP 93,9081 dan pada fase pertumbuhan pohon tingkat dominansi yang tertinggi adalah Spathodea campanulata dengan INP 187,8164.

Published
2023-05-09
How to Cite
SYADZA, m ariq fadhal. Dominansi Dominansi Spesies Tumbuhan Asing Spathodea campanulata di Resort Pemerihan, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Seminar Nasional Konservasi, [S.l.], p. 257-264, may 2023. ISSN 3024-9023. Available at: <https://semnaskonservasi.lppm.unila.ac.id/index.php/files/article/view/51>. Date accessed: 30 nov. 2025.