Analisis Kepadatan Telur Nyamuk pada Ovitrap dengan Media Air yang Berbeda Didalam dan Luar Rumah
Abstract
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Lampung mengalami lonjakan tinggi. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat, pada tahun 2020 terdapat 1.408 kasus dan tahun 2021 sebanyak 517 kasus di seluruh wilayah Lampung. Pada tahun 2022 pada bulan Januari mencapai 217 orang, Februari hanya 177 orang, Maret 158 orang dan April sebanyak 72 kasus. Salah satu upaya yang digunakan untuk pengendalian nyamuk yaitu dengan menggunakan alat ovitrap. Penggunaan ovitrap bersifat mudah, alamiah dan ramah lingkungan sehingga aman digunakan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kepadatan telur nyamuk Aedes aegypti dalam ovitrap yang berisi jenis air yang berbeda dan daya tarik nyamuk Aedes aegypti meletakkan telur dalam ovitrap yang berisi jenis air yang berbeda. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai dengan April 2022. Ovitrap diletakkan pada bagian dalam sebanyak 72 buah dan luar rumah sebanyak 72 buah dengan perlakuan jenis air yaitu air hujan, air sumur, air PAM dan air sungai. Hasil analisis kepadatan telur nyamuk dari nilai Ovitrap Index yang diletakkan didalam rumah pada air hujan 72,2%, air sumur 100%, air PAM 55.6% dan air sungai 83,3% sedangkan nilai Ovitrap Index yang diletakkan diluar rumah pada air hujan 55,6%, air sumur 100%, air PAM 61,1% dan air sungai 61,1%. Maka diperoleh nilai total rerata Ovitrap Index yang diletakkan didalam rumah lebih besar dibandingkan luar rumah yakni didalam rumah sebesar 77,7% dan luar rumah sebesar 69,4 %.
Kata kunci — Aedes aegypti, Demam Berdarah Dengue, Ovitrap
